Rencana nya mau ikutan Gereja di ibadah pagi dan siang habis itu baru ke tempat yang lain.
Tapi terkadang apa yang sudah di rencanakan itu tidaklah sama dengan kenyataan yang terjadi.
Dari rumah berangkat agak siang. Sesampai nya di Gereja ada sedikit latihan lagu pujian untuk di perdengarkan pada kebaktian Siang. "Dia Hanya Sejauh Doa" itu lah judul lagunya. Sesuatu yang ajaib bukan? Kalau di bilang jauh seharusnya memang jauh. Tapi kalau Tuhan di bilang hanya sejauh doa, hemmm, Dia memang sangat dekat. Dengan berkata-kata sedikit dan menyebut nama Tuhan pastilah Tuhan langsung berpaling kepada orang yang memanggil nama Nya. Wah betul- berbahagia orang yang mau berdoa kepada Tuhan.
Pada ibadah Minggu di kebaktian Siang mengangkat tema Minggu di Gereja adalah tentang DOA. Sambil mendengar khotbah, aku sembari mengartikan nats yang di ambil dari kitab Bilangan 14:11-20. Bagi aku doa Musa boleh dibilang termasuk doa yang berdiskusi dengan Tuhan. Musa memberikan pandangan kepada Tuhan dengan tidak mementingkan dirinya sendiri dengan cara menolak tawaran Tuhan dan meminta Tuhan bersabar untuk tidak memusnahkan orang Israel yang selayaknya menurut Tuhan patut untuk di musnahkan. Wow, begitu hebat nya Musa berani memberikan pandangan kepada Tuhan. Salah satu kuncinya adalah karena Musa adalah orang benar, bukan orang yang sok benar, atau di benar-benarkan atau kebeneran dsb.
Selesai ibadah siang, diri ini melangkah ke sebuah gereja di bilangan Jakarta Timur. Terpampang sebuah tulisan di pintu masuk gedung Gereja itu "Berani menjadi berkat bagi orang lain". Sedikit mengernyitkan kening, berkata dalam hati; "Kalau begitu ada juga yang tidak berani menjadi berkat bagi orang lain". Mulai deh intropeksi diri apakah aku sudah orang yang takut menjadi berkat bagi orang lain, ata hanya iseng-iseng berani menjadi berkat bagi orang lain, atau belum sama sekali? Aku langsung panjatkan doa ku yang tulus, "Tuhan aku mau menjadi berkat buat orang lain". Ah lega rasanya.
Waktu masih belum begitu sore ketika aku ingat sebuah gereja yang cukup menarik untuk dikunjungi bagi aku. Setibanya di situ, khotbah sedang berlangsung. Topiknya kali ini tentang uang dan segala kebohongannya. Apakah uang itu membawa kebahagiaan? Apakah masalah dapa selesai dengan Uang? dst. Topik lama yang memang klasik namun sangat perlu. Apalagi sekarang jaman dimana orang melihat orang yang sukses melalui material yang dimilikinya. Bukan begitu?? Haha..jawabnya pasti begitu.. :)) Di dunia memang selalu mengatakan bahwa dalam hidup ini harus sama-sama menguntungkan, dan kata rugi sebagai sesuatu yang menyeramkan. Take and give itu lah yang lumrah untuk bisa diterima dengan baik. Tetapi dalam prinsip ekonomi Tuhan, semakin terus kita memberi ternyata kita pun akan terus pula mendapat berkat yang tidak kalah baiknya yang berasal dari Sang Pemberi sejati yaitu Tuhan. Sekali lagi aku minta sama Tuhan untuk menjadi manusi pemberi.
"Biasakan berdoa, dengan demikian maka kita bisa bertahan dalam menghadapi situasi yang sangat sulit sekalipun". Nah yang ini adalah kalimat yang paling aku ingat di ibadah sore yang aku ikuti kemaren. Kali ini aku berdoa lagi sama Tuhan. "Tuhan jangan biarkan aku untuk tidak berdoa kepada Mu". Entah apa jadinya kita bila kita tidak berdoa. Entah apa yang dapat aku lakukan bila tanpa Tuhan. "Buat aku juga menjadi orang yang suka berdoa, mendengar apa yang Tuhan ingin sampaikan, dan menceritakan apa yang sedang orang lain dan aku gumuli dalam hidup ini." :).
Satu hari kemaren, Doa yang tidak egois, bisa membawa kita lepas dari tipu muslihat dunia ini dengan membangun hidup yang berdoa senantiasa.
Terima kasih Tuhan ku di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin
GOD PROVIDES
Minggu, 09 Mei 2010
Selasa, 30 Maret 2010
Tuhan Menyediakan

Ketika mendengar kembali lagu lama dengan lirik terkenal dari alkitab Mazmur 23 mulai mengingat lagi apa saja yang Tuhan telah sediakan bagi anda dan saya. Tak pelak lagi, aku merasa bersyukur amat sangat meskipun keadaan ditengah ketidakpastian. Saat kita mengatakan bahwa Tuhan adalah gembala kita, pada saat yang bersamaan selayaknya kita tidak perlu khawatir akan apapun dengan menyatakan bahwa aku tidak akan kekurangan apapun dalam hidup ini.
Matahari tetap bersinar dan udara segar masih bisa kita hirup dengan bebas.
Ketakutan yang mengelilingi hidup ini juga seharusnya bukan lagi bagian dari diri kita.
Penyertaan-Nya membuat tentram hati yang bergejolak menjadi tenang.
Kecintaan-Nya terhadap anda dan saya tak pernah berhenti.
Kebenaran membawa kesejahteraan dan pengertian pasti akan hidup berkemenangan.
Tuhan telah Menyediakan....Tuhan yang Menyediakan....Tuhan akan Menyediakan....apa yang kita butuhkan dan inginkan asalkan itu sesuai dengan kehendak-Nya.
Langganan:
Komentar (Atom)